Langsung ke konten utama

Explore Jakarta: Gereja Katolik Santa Maria de Fatima



Destinasi berikutnya  yaitu gereja katolik Santa Maria de Fatima  yang terletak di kawasan pecinan, tepatnya di Jl. Kemenangan III Taman Sari No.47, RT.3/RW.2, Glodok, Tamansari, Kota Jakarta Barat. Letaknya tidak jauh dari vihara toasebio yang sebelumnya kami kunjungi. Sangking dekatnya, kami hanya berjalan kaki dari vihara toasebio ke gereja ini. Disana kami dijelaskan sejarah dari gereja ini oleh seorang romo. Selain itu, kami diperbolehkan untuk berfoto-foto di gereja  ini. Penasaran kan?? Ini foto-fotonya...
Anak-Anak mendengarkan penjelasan dari Romo




Patung Bunda Maria

Yang menarik dari gereja ini adalah, gereja ini memiliki bangunan dengan sentuhan khas tiongkok tidak hanya itu, gereja ini memiliki patung Tuhan Yesus dan Bunda Maria asli dari Italia loohh.. keren kan?? Oh iya, biasanya payung Bunda Maria itu memiliki wajah seperti orang barat tetapi disini patung Bunda Maria nya berwajah Indonesia loh... Menarik bukan?  Gereja ini juga memiliki jadwal misa diantaranya Misa Harian yang dimulai pada pukul 06.00, Misa Jumat Pertama yang dimulai pada pukul 18.30, Misa Sabtu Sore yang dimulai pda pukul 18.00,serta Misa Hari Minggu yang dimulai pada pukul 06.00,07.30,09.30, 16.15 dan18.00.  yang menarik juga ada salah satu jam misa yang memakai bahasa mandarin loh yaitu di jam 16.15.

So, itulah kegiatan kami di Gereja ini. Setelah ini, kami beristirahat sejenak dan akan menuju ke destinasi berikutnyaa.. daaannn nantikan tulisan mengenai destinasi berikutnyaa...



Komentar

Popular Posts

Explore Jakarta: Museum Seni Rupa dan Keramik

Setelah kemaren gue udah keliling mengunjungi tempat ibadah yang ada di Jakarta, kali ini gue dan temen gue mengunjungi museum.   Museum apa hayoo... Ya, benar! Museum seni rupa dan keramik. Museum ini terletak di jalan. Pos Kota, RT.9/RW.2, Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Jakarta Barat, Jakarta 11110. Penasaran kan ngapain aja gue dan teman gue disini? Ini dia foto-fotonya...        Sekedar info, Museum Seni rupa dan keramik sudah ada sejak zaman pemerintahan Belanda lohh... dulunya gedung ini berfungsi sebagai   kantor pengadilan belanda... keren bukaan?? Didalam museum ini kita bisa melihat keramik-keramik dari kapal-kapal yang karam loh.. selain itu, di dalam museum ini juga terdapat kumpulan tembikar dari jaman majapahit, lukisan-lukisan, serta art exibition dimana karya-karya terbaik anak bangsa dipajang. Asik bukan?? Oh iya, tak hanya itu, kalian juga bisa dapet spot foto yang menarik yang bisa di upload ...

Explore Jakarta: Pura Aditya Jaya

Untuk jalan-jalan kali ini, gue berkesempatan untuk mengunjungi rumah-rumah ibadah yang ada di Jakarta.   Tempat-tempat ibadah yang gue kunjungi yaitu pura yang terletak di Rawamangun, Vihara, dan gereja katolik   yang terletak di kawasan pecinan, Glodok, dan terakhir, Masjid Istiqal yang terletak di Jakarta Pusat.   Gue start dari pagi sekitar jam setengah 8 dari Gereja gue yang terletak di Rawamangun. Tentunya, gue ga kesana sendirian tetapi dengan anak sekolah minggu gereja gue (yeay).   Sooo, destinasi pertama adalah pura Aditya Jaya, Rawamangun. Pura ini terletak di Jalan Daksinapati Raya, RT.11/RW.14, Rawamangun.   Penasaran kan ngapain aja kami disanaa ini dia foto-fotonyaa..... Foto dulu sebelum masuk kedalaamm..... Rombongan kami disambut oleh pengurus pura setempat Anak-Anak antusias mendengar penjelasan mengenai pura Sebelum masuk, pakai kain dulu yaaaa... Bapak menjelaskan apa saja yang terdapat di dalam pura ini ...

Explore Jakarta: Masjid Istiqal

  Destinasi berikutnya   yaitu Masjid Istiqal   yang terletak di Jakarta Pusat, tepatnya di Jl. Taman Wijaya Kusuma, Ps. Baru, Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10710 . Disana kami dijelaskan sejarah dari Masjid   ini oleh seorang tour guide. Selain itu, kami diperbolehkan untuk berfoto-foto di masjid   ini. Penasaran kan?? Ini foto-fotonya...   Menurut penjelasan bapak tour guide (lupa namanya (haha)) istiqal berasal dari bahasa arab yang berarti merdeka. Masjid ini dibangun di atas lahan bekas runtuhan benteng belanda   dan masjid ini dibangun di era Soekarno. Pembangunan masjid ini bertepatan dengan 2 pembangunan besar lainnya yaitu tugu monas dan stadion gelora bung karno. Pembangunan masjid ini sempat terhenti selama 3 tahun dan dilanjutkan kembali di era presiden soeharto So, itulah kegiatan terakhir kami selama satu harian penuh ini... terimakasih sudah mengikuti kegiatan kami ...